Capek Harus Kuat Terus: Curhat Cewek Gen Z yang Lagi Belajar Pelan-Pelan

Kadang aku pengen bilang, "aku capek." tapi anehnya, kalimat itu sering cuma berhenti di kepala. Enggak keluar jadi suara, karena dari dulu, kita kebiasa buat terlihat kuat.

Harus kuat di rumah, harus kuat di sekolah atau kerjaan, harus kuat pas hati lagi berantakan. Bahkan pas lagi nangis pun masih mikirin "besok jangan keliatan sedih ya." Dan jujur ? capek banget.

Cewek Gen Z dan Tekanan Buat Selalu Baik-baik Aja

Jadi perempuan sekarang tuh kadang rasanya ribet. Media sosial bikin semua orang terlihat bahagia, produktif, glowing, punya circle seru, relationship sehat dan hidup yang kayak enggak pernah gagal.

Sementara kita ? bangun tidur aja kadang udah lelah duluan, belum lagi tuntutan buat : aku tulis pake list ke bawah yass, hehe

  • jadi anak yang nurut
  • teman yang selalu ada
  • pasangan yang pengertian
  • perempuan yang mandiri, tapi juga jangan terlalu mandiri
  • harus cantik
  • harus pintar
  • harus kuat, dan banyak deng pokoknya
kayak... kapan istirahatnya ?

"aku baru sadar kalau kuat terus itu enggak wajib"
Dulu aku mikir kalau nangis itu lemah, kalau cerita itu merepotkan orang lain, kalau minta bantuan berarti enggak dewasa. Tapi makin kesini aku sadar, manusia emang enggak dibuat kuat setiap waktu. Ada hari dimana kita semangat banget, ada juga hari dimana balas chat aja rasanya berat, dan itu normal loh... Pelan-pelan aku belajar, enggak apa-apa kalau hari ini cuma bisa bertahan, karena bertahan juuga bentuk usaha.

Belajar Pelan-pelan, Bukan Berlomba
Dulu aku sering ngebandingin diri sama orang lain. Lihat teman udah sukses, lihat orang lain punya hubungan yang kelihatannya bahagia, lihat cewek-cewek di TikTok hidupnya aesthetic banget. Terus aku jadi nanya ke diri sendiri "kenapa hidup aku enggak kayak mereka ?" padahal ya, setiap orang punya waktunya masing-masing.

Enggak semua hal harus cepet. enggak semua mimpi harus langsung jadi sekarang. Kadang hidup cuma ngajarin kita buat makan teratur, tidur cukup dan enggak terlalu keras sama diri sendiri. Dan itu juga progress.

Ada Luka yang Enggak Semua Orang Bisa Lihat
Kadang orang cuma lihat kita ketawa, upload story atau bikin jokes. Padahal mereka enggak tahu, ada overthinking tiap malam, ada rasa takut gagal, ada hati yang lagi capek banget. Cewek sering diajarin buat jadi "enggak enakan". Makanya banyak yang akhirnya nyimpen semuanya sendirian. Padahal dipeluk, didengerin dan dimengerti itu kebutuhan juga. Bukan drama.

Sekarang Aku Lagi Belajar...
Belajar bilang "enggaak", belajar berhenti maksa diri, belajar istirahat tanpa rasa bersalah, belajar kalau nilai diri ini enggak ditentukan dari seberapa produktif kita hari ini. Dan yang paling susah, belajar menerima diri sendiri, bukan versi sempurna tapi versi yang masih takut, masih bingung, masih sering nangis tapi tetap mau lanjut hidup.

Untuk Cewek yang Lagi Capek Juga...
Kalau akhir-akhir ini kamuu ngerasa berat, ngerasa sendirian atau capek harus keliatan kuat terus, aku cuma mau bilang "kamu enggak harus sempurna buat berharga".
Enggak apa-apa jalan pelan-pelan, enggak apa-apa istirahat sebentar, enggak apa-apa kalau hari ini kamu cuma berhasil bertahan. Karena itu pun kamu udah hebat. Dan semoga, ditengah dunia yang sering maksa kita jadi kuat, kita tetap bisa jadi manusia yang lembut untuk diri sendiri.

Pesan dari aku yass..
Hidup bukan lomba siapa paling cepat sukses atau paling kuat menghadapi semuanya, kadang hidup cuma tentang tetap bertahan, tetap tumbuh dan tetap percaya kalau diri kita pantas bahagia.
Pelan-pelan aja, kita enggak telat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memandang Konflik dalam Konsep Segitiga Johan Galtung

Perempuan Hari Ini: Kartini Versi Gen Z

Perempuan dan Value: Menemukan, Menjaga, dan Merayakan Nilai Diri